Aggressive dan Defensive Riding pada Motor


Walau mempunyai tujuan sama, yaitu menjaga keselamatan pengendara motor dan pemakai jalan lain.

Apa perbedaan antara Aggressive Safety Riding dan Defensive Safety Riding?

Defensive Safety Riding

Defensive sefety riding disebut juga sebagai cara berkendara preventive. Artinya cara berkendara yang menunggu atau pasif dan lebih baik mencari cara menghindar.

Misalnya begini, saat menguntit truk tronton yang sarat dengan muatan, orang yang menerapkan gaya Defensive safety riding tidak akan coba-coba mendahului, jika tidak benar-benar aman. Bahkan cenderung lebih memilih untuk menjauh dari belakang truk tadi hingga dalam jarak aman.

Jarak aman jika melaju pada kecepatan sekitar 60 km/jam adalah lebih dari 6 m, atau bahkan membiarkan truk tadi untuk terus melaju supaya jarak makin jauh.

Selain permisalan tadi, defensive safety riding bisa dicontohkan pada kasus lain. Misalnya pada saat menghentikan laju motor.

Sikap defensive safety riding akan mengurangi gas dari jauh terlebih dahulu baru kemudian melakukan pengereman dengan perbandingan 60% rem depan dan 40% rem belakang. Ini dilakukan supaya saat melakukan penghentian laju dirasa cukup aman untuk diri sendiri atau orang lain di belakangnya. 

Aggressive Safety Riding

Walau merupakan safety riding, aggressive safety riding bertolak belakang dengan defensive. Dijalan raya sikapnya lebih agresif.

Sebenarnya aggressive safety riding ini timbul karena keterpaksaan. Misalnya keterpaksaan karena terburu-buru. Ini karena situasi sosial masyarakat.

Misalnya kalau 10 tahun yang lalu perjalanan di dalam kota berjarak, ambil contoh 15 km hanya menempuh waktu 30 menit. Karena pertambahan jumlah kendaraan yang meningkat drastis, kini waktu tempuhnya bertambah jadi 45 menit.

Hasilnya pengendara motor pun menggunakan cara yang lebih agresif untuk memangkas waktu sekitar 15 menit. Walau cara berkendaraannya tergolong masih aman karena perlengkapan safety riding masih digunakan.

Terkait contoh awal menguntit truk tronton tadi, dalam tatanan defensive riding, pengendara lebih cenderung untuk menjaga jarak. Sedangkan cara berkendara yang agresif justru akan mendahului truk tersebut demi memangkas waktu tempuh. Tentunya setelah mempertimbangkan aspek keamanan sebelum mendahului.

Begitu juga contoh lain saat pengereman. Pengendara yang bertipikal aggressif safety riding melakukan pengereman dari jarak dekat dengan prosentase menarik tuas rem depan cenderung lebih banyak dari cara defensive. Mungkin bukan lagi 60% rem depan dan 40% rem belakang, komposisinya justru berubah jadi 70% rem depan dan 30% rem belakang. Tapi tetap konteksnya melakukan gaya pengereman dalam regulasi safety riding.

Mana yang lebih baik?   

Jawaban atas pertanyaan ini kembali ke masing-masing individu. Pasalnya hal ini terkait dengan keterampilan berkendara tiap orang dan tentu saja melihat situasi dan kondisi. Seseorang yang cakap dalam mengendarai kendaraan bermotor, tentu oke-oke saja jika melakukan pendekatan aggressif safety riding. Toh dia sudah menguasai rambu-rambu dan teknik berkendara yang aman bagi diri sendiri maupun orang lain.

Namun alangkah baiknya jika dalam kondisi membonceng anak kecil misalnya, pendekatan defensive riding yang dilakukan. Pasalnya ini terkait dengan hal-hal yang tak terduga. Misalnya teknik pengereman secara aggressif safety riding sudah benar, namun tiba-tiba si anak melakukan gerakan yang mempengaruhi keseimbangan. Tentu hal ini mempengaruhi kondisi menjadi tidak safe lagi.

Salam Bikers untuk Solidarity Forever.

8 thoughts on “Aggressive dan Defensive Riding pada Motor

  1. gw zich nge~mix keduanya tergantunxz zikon, tapi kalaw boncengan, gw lebih ke deffenzive ridingz …. bntw, nice artixel .. =)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s